12 Oktober 2023
Partuturan
Oleh : Finy Annie Mara Purba, S.S.I
Partuturan
adalah bentuk partuturan dalam masyarakat Batak Simalungun untuk menentukan
perkerabatan atau keteraturan yang merupakan bagian dari hubungan keluarga
(pardihadihaon) dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terutama dalam acara
adat, bahkan ada juga yang menggunakan partuturan Batak Toba di suku
Simalungun.
Awalnya
orang Batak Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena
penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang)
dan “tibalni parhundul” (kedudukan/peran) dalam “horja-horja adat” (acara-acara
adat). Hal ini dapat dilihat pada pertanyaan yang diajukan oleh seorang
Simalungun di saat orang mereka saling
bertemu, di mana bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga
Anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal usul Anda)?”
Ada beberapa kategori partuturan;
1) Tutur Manorus/Langsung; sistem perkerabatan yang berhubungan langsung dengan diri sendiri
2) Tutur Holmun/Kelompok; melalui tutur holmuan ini bisa terlihat bagaimana berjalannya adat Simalungun
3) Tutur Natipak/Kehormatan, tutur natipak digunakan sebagai pengganti nama
dari orang yang diajak berbicara sebagai tanda hormat.
Komentar
Posting Komentar