Revolusi Industri
Oleh : Gandazon
Turnip
Minggu, 23
Agustus 2020
Saat ini kita telah memasuki era
revolusi industri 4.0. jika dilihat dari defenisi sederhananya maka revolusi
industri dapat diartikan sebagai “perubahan
besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang”. Perubahan
besar pada industri ini tercatat sudah terjadi tiga kali. Setiap perubahan
besar ini selalu memiliki dampak yang begitu besar juga dalam bidang ekonomi,
politik, baik militer dan budaya. Dapat dipastikan pula banyak pekerjaan lama
yang hilang namun juga banyak pekerjaan baru yang muncul. Dengan hadirnya
revolusi industri, hal yang dahulunya sulit dilakukan, membutuhkan proses yang
lama, dan membutuhkan biaya (cost)
yang begitu mahal dalam proses produksi. Menjadi suatu proses yang sangat
mudah, cepat dan murah. Revolusi industri juga berperan dalam menghilangkan
beberapa kelangkaan sehingga waltu, tenaga dan uang yang dahulunya digunakan
dalam mengatasi kelangkaan-kelangkaan tersebut bisa dialihkan untuk hal yang
lain yang dapat menunjang proses produksi
Pada perjalananya seperti yang telah
disebutkan diatas bahwa pada saat ini kita telah memasuki pada revolusi
industri 4.0 tetunya ada proses-proses atau tahapan yang dilalui sebelum masuk
kepada revolusi industri 4.0 ini, yang pastinya dimulai dari revolusi industri
1.0, 2.0, 3.0. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan bahas revolusi
industrinya mulai dari 1.0.
Revolusi Industri 1.0
Revolusi industri yang pertama adalah revolusi
industry yang sering dibicarakan, yang dimana pada revolusi industri inilah
digunakannya mesin uap dalam proses produksi. Penemuan ini tentunya sangatlah
yang paling penting, karena dari sinilah awal mulanya revolusi industri dan
juga karena sebelum penemuan mesin uap ini kita hanya mengandalkan tenaga otot,
tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun. Penemuan mesin uap yang
jauh lebih efisien dan murah oleh James Watt pada tahun 1776 mengubah semuanya.
Kini tidak ada lagi batasan waktu untuk menggerakkan mesin. Dengan memasang
mesin uap rancangan James Watt ini maka sebuah penggilingan dapat didirikan
dimana saja tanpa perlu memandang tempat. Kapal yang dahulunya membutuhkan
waktu berlayar yang sangat lama serta membutuhkan tenaga angin untuk bisa
berlayar maka saat ini sebuah kapal dapat berlayar selama 24 jam, selama mesin
uap tersebut dipasok dengan kayu atau batu bara. Revolusi industri ini mengubah
masyarakat dunia dari masyarakat agraris dimana masih mayoritas menjadi petani
menjadi masyarakat industri. Namun adanya revolusi industri ini juga
menimbulkan dampak negatif dimana selain pencemaran lingkungan dikarenakan asap
mesin uap dan limbah-limbah pabrik adalah penjajahan di seluruh dunia, tanpa
mesin uap ini imperalis Eropa tidak akan dapat menaklukkan Asia-Afrika dengan
sangat mudah.
Revolusi Industri 2.0
Revolusi industri kedua terjadi pada
awal abad ke-20. Pada saat itu produksi memang telah menggunakan mesin, tenaga
otot telah digantikan oleh mesin uap dan disinilah tenaga uap mulai digantikan
oleh tenaga listrik. Namun proses produksi di pabrik masih belum tergolong modern
dalam satu hal yaitu transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih
berat, sehingga barang-barnag besar seperti mobil, harus diproduksi dengan cara
dirakit di satu tempat yang sama. Revolusi terjadi dengan menciptakan”Lini
Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan ”Ban Berjalan” atau Conveyor Belt di tahun 1913. Proses
produksi berubah total prosesnya lebih berjalan simple para tukang diorganisir
untuk menjadi spesialis, Cuma mengurus satu bagian saja misalnya dalam memasang
ban. Setiap mobil dipindahkan dengan menggunakan conveyor belt, lalu dirakit
secara SERIAL. Pada dasarnya revolusi industri kedua ini dikenal dengan masa
“Produksi Massal”. Dalam perkembangannya listrik menjadi penunjang utamanya,
serta terjadinya perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.
Revolusi Industri 3.0
Pada era revolusi industri ketiga,
abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Revolusi ketiga
dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis yaitu Komputer dan Robot. Salah satu computer
pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia 2 sebagai mesin pemecah kode
buatan Nazi Jerman, yaitu computer yang bisa di program pertama yang bernama Colossus. Kemajuan teknologi komputer
ini sangat berkembang dengan pesat setelah Perang Dunia kedua selesai, penemuan
semikonduktor, transistor, IC membuat ukuran computer semakin kecil dan daya
listrik yang digunakan semakin sedikit namun keampuannya semakin melejit.
Mengecilnya ukuran dari computer ini tentu sangat besar manfaatnya sehingga
dalam proses pemakaian pun semkain mudah dan efisien ssehingga mudah
ditempatkan dalam pengoperasian lini produksi yang dimana proses inin disebut Otomatisasi.
Mesin-mesin diciptakan dengan bentuk dan fungus menyerupai manusia dimana
computer menjadi otaknya sementara robot menjadi penggeraknya dan
perlahan-lahan fungsi pekerja kasar dan pekerja manual semakin menghilang. Pada
era ini kombinasi dari manusia dan robot-komputer adalah solusi terbaik namun
bukan untuk menjadi pengganti peran manusia seutuhnya namun menciptakan sebuah
penolong bagi manusia itu sendiri. Pada era ini juga terjadinya perubahan pada
masyarakat yang tadinya mengandalkan sector manufaktur menjadi mengandalkan
sector jasa dengan kata lain berubah dari ekonomi industri menjadi ekonomi
informasi, disini jugalah terjadi perubahan dari data analog menjadi data
digital, maka disebut puka revolusi industri ketiga ini dengan sebutan Digital Revolution.
Revolusi Industri 4.0
Kita sekarang berada pada tahap ini
dimana revolusi ini disebut dengan nama tren otomatisasi dan pertukaran data
terkini dalam teknologi pabrik istilah ini mencakup system Cyber-Physical atau Cyber-Fisik internet untuk segala
komputasi awan, dan komputasi kognitif. Cyber disini juga berarti interaksi
yang terjadi melalui jaringan computer. Jadi cyber fisik yaitu proses
komputerisasi dan fisik melalui tiga proses yakni identifikasi, integrasi
sensor dan actuator, serta pengembangan sensor dan actuator. Singkatnya yaitu
system online yang dimana pada saat
terjadinya perintah dari fisik kemudian di proses oleh computer. Pada industry
4.0 ini jugalah terjadinya “pabrik cerdas” yang dimana pada pabrik cerdas ini
berstruktur moduler, system cyber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan
salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat.
Istilah industry 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi
canggih pemerintah Jerman yang menggunakan komputerisasi pabrik. Revolusi
industry 4.0 pertamakali dicetuskan oleh sekelompok perwakilan ahli berbagai
bidang asal Jerman pada acar Hannover Trade Fair tahun 2011 lalu lalu pada
oktober 2012 Working Group on Industri 4.0 memaparkn rekomendasi pelaksanaan
industry 4.0 kepada pemerinta federal Jerman dan pemerintah Jerman langsung
menganggap serius gagasan ini dan tak lama setelahnya gagasan ini akhirnya
diresmikan dan anggota kelompok kerja industry 4.0 diakui sebagai bapak
perintis industry 4.0. Pada tahun 2015 Angella Markel mengenalkan gagasan
Revolusi Industri 4.0 di acar World Economic Forum (WEF). jerman
menggelontorkan dana sebesar £200 juta untuk menyokong akademisi, pemerintah,
dan pebisnis untuk melakukan penelitian lintas akademisi mengenai Revolusi
Industri 4.0. Pada perancangan revolusi industry 4.0 ini ada prinsip yang
digunakan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan
scenario-skenari indusri 4.0.
1.
Interoperabilitas ( Kesesuaian)
Yaitu kemapuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia
untuk berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain lewat internet untuk segala
(IoT) atau internet untuk khalayak (IoP). IoT akan mengotomatisasikan proses
ini secara besar-besaran.
2. Transparansi
Informasi
Yaitu kemampuan system informasi untuk menciptakan
salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital data
dengan sensor.
3.
Bantuan Teknis
Yakni pertama, kemampuan system bantuan untuk membantu
manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisai informasi secara menyeluruh
agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang sangat
mendadak. Kedua kemampuan system cyber-physic untuk membantu manusia secara
fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu
berat, atau membahayakan keselamatan manusia.
4.
Keputusan Mandiri
Yaitu kemampuan system cyber-physic untuk membuat
keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin.
Para
ahli pun meyakini bahwa era pada masa ini merupakan era revolusi industri 4.0
dimana dengan banyaknya inovasi baru yang bermunculan seperti IoT(Internet of Things),AI(Artifical Intelligence),Big Data,
rekayasa genetika, robot, mesin pintar dan lain lain. Revolusi industri yang
berkembang sanagat pesat ini juga menuntut manusia untuk bergerak cepat juga
dalam penyesuaian pemahaman akan IT yang dimana penggunaan IT nanti akan banyak
menggantikan pekerjaan pekerjaan yang saat ini banyak dilakukan manusia, namun
walaupun pekerjaan manusia banyak akan tergantikan oleh robot akan memunculkan
sebuah pekerjaan baru untuk manusia, karena dimana ada kemajuan sebuah industry
akan lahir juga pekerjaan baru yang hanya bisa dilakukan oleh manusia.
Perubahan Revolusi Industri dari Masa ke Masa

Mantap imas-usu
BalasHapus