Halusinasi Ruang
Rindu
Oleh : Gandazon
Turnip
Rabu, 26 Agustus
2020
Jiwa ini kembali terbawa oleh nostalgia, kembali teringat akan janji manis yang terucap
Dikala kita duduk berdua dibawah gemerlapnya cahaya
bulan dan bintang
Bercerita dan berbagi cinta seiring melepas tawa
bahagia nan sedih
Mengingat engkau akan pergi merantau ke negri seberang
Berjanji akan tetap setia pada janji sampai tiba masa
untuk memadunya.
Kini waktu telah lama berlalu, namun hari ini terasa berbeda,
Seakan teringat kembali kenangan indah masa lalu
bersamaan dengan
sepucuk surat yang engkau kirimkan kemarin teriring salam rindu yang kau
sampaikan.
dibawah indahnya suara gerimis yang jatuh ke bumi
mengiringku membuka selembaran pucuk surat yang kau titip pada sahabat baikmu,
perlahan-lahan isi suratmu mulai kubaca, kata demi kata kalimat demi kalimat,
tergores rasa rindu yang kau suratkan dalam secarik kertas putih polos
bersanding dengan lukisan indah dan tulisan tangan yang begitu sangat rapi,
kumaknai setiap tulisan kata hingga akupun tak sadar terbuai kedalam
permainan rindu yang engkau ciptakan melalui goresan-goresan tanganmu yang
indah dan lembut,
tersirat seakan engkau menyimpan rindu yang sangat mendalam terhadap daku yang jauh disini
aku tahu engkau hanya dapat meluapkan rindumu melalui goresan yang engkau
tuangkan di secarik kertas tanpa tahu akan hal lain yang dapat engkau perbuat,
rindu seperti meracunimu dalam kesendirianmu berharap akan tiba datang
wakutnya bersamaku untuk melepas rindu yang telah begitu dalamnya engkau pendam
sendiri.
Hati ini tergerak untuk memberikan sebuah
balasan untuk surat rindu yang kau kirimkan
bercerita tentang bagaimana aku disini juga merasakan hal yang sama
hal yang sama dalam rindu
rindu berbagi cerita indah yang telah aku jalani selama kita terpisah jarak
yang jauh dalam waktu yang begitu lama
rindu akan senyum wajahmu yang begitu sangat indah dan menyejukkan
rindu bersandar di bahumu yang memberikan ketenangan
bercerita untuk merangkai setiap jalan hidup kita
berharap engkau menjadi pendampingku yang menemaniku di sisi ini
menghabiskan waktu bersamamu setiap hari sembari menimang anak cucu kita nantinya
menjadi penyemangat sekaligus pelengkap tulang rusukku yang hilang
berharap kerinduan yang kita pendam ini menjadi bagian cerita yang terselip
di sela-sela pembicaraan kita nantinya
bagaimana berjuang melawan rasa rindu dan juga berjuang demi sebuah
komitmen yang telah dibangun sedari awal kita merajut kasih di dalam hati
masing-masing
sebagian isi surat ini juga bercerita bagaimana canda tawamu yang begitu
lucu dan menggemaskan
membuat hari-hari yang kujalani sangat berwarna
canda tawamu membawa sebuah energi positif untuk jiwaku
harapan itu semakin nyata untuk segera memadu rindu antara dua makhluk
Tuhan yang paling sempurna
aku panjatkan doa kepada Tuhan kita yang Agung sekiranya engkau dan aku
tetap saling komitmen sampai tiba waktunya untuk memadu rindu di waktu dan
tempat yang indah.
#halusinasiruangrindu
Komentar
Posting Komentar