Hai!!!
Aku ingin berbagi sebuah cerita yang tak terlalu penting untuk dibaca. Jadi, jika kamu merasa tidak penting, aku menyarankan agar menjauh dari tulisan ini. Sejujurnya, aku tidak tahu dari mana untuk memulai menulis untaian kata yang tertulis ini. Apakah dari saat aku melihatmu satu tahun lalu duduk sendiri di tengah ruangan, atau menceritakan saat aku mulai tertarik padamu di pembicaraan singkat kita. Semua terasa menyenangkan saat diingat. Terlebih aku ingin memuntahkan setiap rasa yang tertahan, namun terhalang kata yang tak terucap.
Hai kamu yang sedang berjuang di tingkat akhir! Bagaimana kuliahnya? Semangat dalam perjuanganmu. Pada intinya, aku masih mengingat moment dimana waktu itu kita berkomunikasi dalam waktu yang terbatas. Singkat cerita, aku juga bingung dengan diriku sendiri yang seringkali teringat kepadamu secara tiba-tiba. Padahal belasan menit bukanlah hal yang mudah untuk membuatku tertarik pada suatu hal.
Puisi bukanlah menjadi sahabatku selama ini, aku tidak selihai para pujangga dalam merangkai kata, pun tak se elok purnama yang terang di setiap hadirnya. Apakah kau tau bahwa ada orang yang menyayangimu hanya dalam waktu singkat? Ohh, kuharap tidak, karena akan sangat malu jadinya saat kau tau itu aku. Apa kau terlalu sibuk jua sampai-sampai tak sempat untuk datang Kembali? Ck, kuharap kau memiliki waktu dan keinginan yang kuat untuk bertemu denganku Kembali, walau dilandasi oleh pertemuan organisasi IMAS-USU.
Untuk saat ini, itu dulu. Aku tidak tau mau menuliskan apa, pikiranku penuh dengan ungkapan namun salahkan saja tanganku yang tak ingin menuliskan lebih banyak lagi. Jika aku menulis lebih panjang, nanti Tere Liye dan Lisa Kleypas minder karena tulisan panjangku mengalahkan novel mereka.
Salam dariku
Komentar
Posting Komentar