Langsung ke konten utama

Pendidikan dan Pandemi


Pendidikan dan Pandemi


 

Oleh : Gandazon Turnip

Selasa, 18 Agustus 2020

Sudah lama bahkan sejak kita lahir ke dunia ini kita sudah diberikan yang namanya pendidikan, mulai dari kita di didik untuk merangkak, berjalan, berbicara, membaca hingga berpikir dan bertutur kata secara sopan. Namun pada tulisan ini penulis hanya akan membahas pendidikan yang lebih merujuk kepada ilmu pengetahuan yang dilakukan di sekolah maupun di universitas.

          Banyak quotes-quotes dari orang-orang terkenal mengenai betapa pentingnya pendidikan seperti dari Nelson Mandela yang mengatakan “pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia” juga ada lagi dari seorang tokoh terkenal Benjamin Franklin “investasi dalam pengetahuan selalu membayar bunga terbaik”. Demi mengejar pendidikan yang berkualitas dan layak maka tak jarang seseorang rela mengorbankan sesuatu agar dapat memperoleh pendidikan yang layak bagi dirinya, dilain sisi juga berbagai metode dan cara terbaik akan dilakukan oleh sekolah mapun universitas untuk menghasilkan orang-orang yang memiliki nilai-nilai intelektualitas yang dimana nantinya bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan Negara nya. Kemajuan suatu Negara tidaklah terlepas dari bagaimana kulaitas dari pendidikannya, hubungan antara kualitas sebuah Negara disini berbanding lurus dengan kualitas pendidikannya, semakin baik pendidikan suatu Negara maka semakin baik pula kondisi Negara tersebut. Maka jika kita berbicara tentang system pendidikan di Negara-negara maju seperti Finlandia, Amerika, China, korea, Singapura dan masih banyak lagi, mereka menetapkan standar yang sangat tinggi dan menggantungkan masa depan bangsa mereka terhadap pendidikan di Negara mereka, Negara-negara maju tadi sadar bahwa hanya dengan pendidikan mereka bisa menguasai bahkan mengetahui seluruh isi dunia. Jika kita tarik pembahasannya dalam sekup yang lebih kecil mengenai pendidikan di Negara kita Indonesia sejauh yang penulis ketahui sampai pada saat ini system pendidikan kita masih sangat rendah dan kurang mendapatkan perhatian yang terlalu serius dari pemerintah dan masih belum menjadi prioritas utama bahkan tak jaran juga menjadi ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah bagi diri sendiri maupun kelompok dan golongan tertentu. Orang- orang di Indonesia lebih memberikan panggung yang lebih besar terhadap politik, terbukti di setiap lingkungan manapun politik akan selalu bermain, padahal politik tanpa pendidikan yang baik maka akan selalu menjadi momok yang berpotensi merusak tatanan sebuah Negara. Padahal jika pemerintah lebih serius dalam menangani pendidikan maka dapat dipastikan bahwa system perpolitikan, ekonomi maupun hukum dan HAM di Indonesia akan lebih baik dari sekarang ini karena sekolah ataupun universitas atau lembaga pendidikan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan benar tanpa ada intervensi dari pihak-pihak luar. Kesadaran sangatlah diharapan pada pemangku jabatan di bidang pendidikan saat ini dimana mereka punya tugas yang sangat berat bagaimana membangun system birokrasi yang baik bagitu juga implementasi di lapangan yang baik dan benar yang memang benar-benar dapat merubah wajah pendidikan kita di masa mendatang mengingat Negara Indonesia sudah berdiri selama 74 tahun dan sebentar lagi akan merayakan ulang tahun yang ke-75, apalagi pada saaat sekarang ini ditengah pandemic covid-19 semua elemen baik di pemerintahan, masyarakat dan keluarga haruslah berada dalam satu garis koordinasi yang baik agar dapat menemukan formula dan resep yang benar demi terwujudnya pendidikan yang baik dan benar di tengah pandemic sekarang ini, penulis sadar bahwa banyak tekanan datang dari berbagai pihak, mulai dari kawan lama yang sudah berpengalaman katanya, dari orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu memahami namun karena demi apa dia bersuara yang sebenarnya apa yang ia suarakan tidak ia keatahui, sampai kepada adanya seorang siswa yang berani mengkritik pemerintah, disini penulis memberikan apresiasi terhadap siswa tersebut, penulis lebih tertarik untuk membahas kritikan dari siswa tersebut, dari kritikan tersebut kita bisa melihat bahwa masih banyaknya kesenjangan social yang masih terasa sangat besar gap nya di perkotaan dengan di pedesaan terutama juga dalam hal pembangunan dan juga harga-harga begitu juga dengan akses jaringan, untuk kasus ini semoga dengan adanya pandemic ini dapat membuka mata hati para pemangku jabatan di pemerintahan untuk memberikan hatinya untuk pembangunan ke daerah pedesaan agar terjadinya pemerataan pembangunan dan terwujudnya keadilan social, kasus kedua yang bisa penulis kutip yaitu tentang pernyataan bahwa pembelajaran daring kurang efektif dan juga ia mengatakan bahwa google lebih pintar, disini penulis menganalisa bahwa system yang tertanam di benak para siswa dan murid di Indonesia masih merujuk pada system lama yang dimana masih merujuk bahwa guru adalah sumber informasi utama dan tanpa adanya seorang guru maka tidak bisa si murid tersebut berdikari dan berkreasi sendiri terbukti juga dengan pernyataan setelah absen maka tidur kembali, disini perlu adanya rombakan sepenuhnya bagi system pendidikan kita terutama setelah pandemic ini berakhir insan pendidikan harus benar-benar membuka mata dan mata hatinya melihat ini. Akhirnya penulis memberikan simpulan dari tulisan ini bahwa pendidikan haruslah menjadi yang utama untuk menunjang kemajuan hidup seseorang dan juga syarat mutlak untuk kemajuan sebuah Negara dan semoga juga dengan pandemic ini pendidikan di negri tercinta kita ini bisa semakin ke arah yang lebih baik lagi agar Indonesia nantinya bisa bersaing bersama dengan Negara-negara adidaya lainnya. Akhir kata penulis mengucapkan selamat menyambut HUT RI ke-75, semoga semakin makmur dan berdaulat serta jauh dari perpecahan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tindakan Proaktif Ikatan Mahasiswa Simalungun USU Bergerak untuk Meningkatkan Pendidikan Lokal di desa-desa Simalungun melalui kegiatan IPPS"

  Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara (IMAS-USU) berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia khususnya di Kabupaten Simalungun. IMAS-USU merupakan wadah berkumpulnya mahasiswa Simalungun di Universitas Sumatera Utara yang memiliki kepedulian akan pendidikan di Kabupaten Simalungun. Dengan tetap memegang teguh “Ahap” (rasa cinta terhadap Simalungun) serta sadar akan fungsi sebagai mahasiswa, terutama mewujudkan TRIDARMA PERGURUAN TINGGI yakni Pendidikan, penelitian,dan pengabdian masyarakat, IMAS-USU berusaha menjadi fasilitator dan kontrol sosial atas problematika kehidupan masyarakat menuju ke tingkat yang lebih baik lagi dalam bentuk karya nyatanya untuk kemajuan pendidikan. IMAS-USU mencoba menjadi suatu bagian dalam kemajuan pendidikan yang ada di daerah Simalungun. IPPS (IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun) adalah salah satu program kerja Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara yang bergerak di bidang pendidikan. Terdapat d...

Link Drive Kegiatan IMAS-USU 2023/2024

1.       Penerimaan Anggota Baru IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1GM6WTo3PZveuJLtzPseVQp0iddx6AGSN?usp=sharing https://drive.google.com/drive/folders/15thkKaTbmzb6jbvBnwyOcyOIFxCajKpS?usp=sharing 2.       Pekan Olahraga IMAS-USU https://drive.google.com/drive/folders/14Mvt9-azXWUGqCTzcbxUsthFkTQBTywz 3.       Dies Natalis IMAS-USU ke-21 Tahun https://drive.google.com/drive/folders/1PdYfCrxuNQ-v9QxQywaJDaCzDD5K-4aP?usp=sharing 4.       Natal IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1HGnNjQyIiQeRPyDB3ObAgz6fAQrOYjbI 5.       IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/18bq7Udx4UHIyr57yVAJDePtD9YJB-qre 6.       Pergelaran Seni dan Budaya Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/1VsyUFpKTiWRyUFOr2O8pehmCvmAOY35J https://drive.google.com/dri...

Diskusi "Partuturan"

 12 Oktober 2023 Partuturan Oleh :  Finy Annie Mara Purba, S.S.I Partuturan adalah bentuk partuturan dalam masyarakat Batak Simalungun untuk menentukan perkerabatan atau keteraturan yang merupakan bagian dari hubungan keluarga (pardihadihaon) dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terutama dalam acara adat, bahkan ada juga yang menggunakan partuturan Batak Toba di suku Simalungun. Awalnya orang Batak Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang) dan “tibalni parhundul” (kedudukan/peran) dalam “horja-horja adat” (acara-acara adat). Hal ini dapat dilihat pada pertanyaan yang diajukan oleh seorang Simalungun di saat orang mereka saling   bertemu, di mana bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga Anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal usul Anda)?” Ada beberapa kategori partuturan;  1) Tutur Manorus/Langsung; sistem perkerabatan yang berhubungan l...