Kemampuan Berbicara (Public Speaking)
Oleh: Kemi Suranta Tarigan
Public speaking atau kemampuan berbicara merupakan soft skill atau kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap orang, khususnya di zaman yang terus berkembang ini. Bagi mahasiswa kemampuan ini merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki dalam menjalani masa perkuliahan. Kemampuan berbicara tidak se-sederhana kita dapat berbicara, namun ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam public speaking ini. Banyak orang yang dapat berbicara, namun tidak semua orang memiliki kemampuan berbicara yang baik.
Menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi Public speaking adalah sebuah bentuk komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang suatu hal atau topik di hadapan banyak orang. Dari pengertian ini dapat dilihat tiga hal penting dari public speaking. Pertama, dilakukan secara lisan maksudnya disini public speaking dilakukan secara lisan atau langsung diucapkan tanpa tulisan. Kedua membahas tentang suatu hal atau topik, dalam public speaking biasanya ada topik atau hal tertentu yang akan dibahas. Dan yang ketiga yaitu di hadapan banyak orang, dimana ketika seseorang melakukan public speaking harus ada audiens yang dapat mendengarkannya.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, public speaking berbeda dengan berbicara. Terdapat beberapa perbedaan antara public speaking dan berbicara yaitu:
Bebrbicara dapat dilakukan setiap hari sedangkan public speaking ada waktu tertentu contohnya ketika menyampaikan pidato, ketika jadi moderator dan lainnya.
Berbicara dapat dilakukan secara spontan, sedangkan public speaking perlu persiapan seperti belajar mengendalikan dan meningkatkan kualitas kata.
Biasanya berbicara itu tujuannya untuk secara pribadi, sedangkan public speaking untu kepentingan tertentu.
Berbicara tidak perlu terlalu terorganisir sedangkan didalam public speaking ketika berbicara iu harus terstruktur atau terorganisir dengan baik.
Dalam public speaking terdapat beberapa metode penyampaiannya yaitu:
Impromtu: dilakukan secara spontan, langsung dan tanpa ada nya persiapan.
Naskah: metode yang dilakukan yaitu membuat naskah yang akan dibicarakan
Menghapal: metode ini hampir sama dengan metode naskah, hanya saja disini naskah yang sudah dibuat dihafal.
Ekstemporer: metode ini hampir sama dengan impromtu namun lebih sistematis dan berurut.
Selain memperhatikan metode penyampaian yang akan dilakukan ketika melakukan public speaking, ada juga beberapa persiapan lain yang perlu dilatih yaitu:
1. PITCH: ini merupakan metode pengambilan nada saat mulai berbicara. Hal ini perlu dipehatikan, karena nada pertama saat mulai berbicara itu sangat mempengaruhi perhatian audiens.
2. PACE: ini merupakan selang nada disetiap kata yang akan diucapkan, atau istilah lainnya intonasi.
3. POWER: power itu merupakan kekuatan pada pengucapan. Dalam public speaking ada kata kata tertetu yang perlu power untuk pengucapannya dan ada juga yang tida perlu power.
4. PASSION: ini merupakan passion dimana seseorang memiliki nafsu untuk cepat menyelesaikan pembicaraan atau sebaliknya tidak ingin menyelesaikan pembicaraan.
Dibalik metode dan beberapa persiapan diatas, terdapat satu hal penting yang merupakan kunci dari public speaking ini yaitu Percaya Diri. Seseorang yang tidak percaya diri akan merasa sulit untuk tampil dan melakukan public speaking yang benar. Oleh karena itu hal dasar yang perlu dilatih yaitu menimbulkan rasa percaya diri untuk melakukan public speaking. Hal ini mungkin menjadi kendala besar bagi beberapa orang, namun tentu saja ini dapat timbul jika terus belajar dan berlatih untuk tampil didepan umum.
Kemampuan berbicara ini banyak digunakan ketika menjadi moderator, master of ceremony, debat, pidato dan beberapa keperluan lainnya. Selain percaya diri, dalam public speaking dibutuhkan yang namanya matter, manner dan juga mathod. Hal ini perlu diperhatikan ketika melakukan public speaking.
Menjadi seseorang yang ahli dalam public speaking bukanlah hal yang mudah namun bukan juga sulit. Hanya butuh persiapan dan juga percaya diri untuk dapat melakukannya dengan baik. Tidak ada hasil tanpa usaha, tidak ada nilai tanpa perhitungan. Latihan menjadi kunci keberhasilan dalam dialektika oleh bahasa dalam Public Speaking.
Komentar
Posting Komentar