Langsung ke konten utama

Personal Branding Sebagai "Modal" Persiapan Karir

 

Personal Branding Sebagai "Modal" Persiapan Karir

Oleh : Manuel Jebson Purba S.Sos

 




Karier adalah perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan seseorang. Ini juga bisa berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan tertentu. Karier merupakan istilah yang didefinisikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan, pekerjaan atau jabatan seseorang. Bukan hanya dalam bidang pekerjaan seseorang yang belum bekerja seperti mahasiswa juga perlu untuk mempersiapkan karirnya.Dengan perkembangan zaman yang semakin cepat ini, teknologi sudah banyak menggantikan peran manusia dalam melakukan suatu pekerjaan. Tingkat pengangguran juga semakin meningkat khusunya di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan adanya persiapan untuk karir masa depan sejak menjadi mahasiswa.

Personal branding merupakan salah satu " modal" dalam persiapan masa depan. Dengan memilki personal branding yang baik akan meningkatkan citra diri seseorang di depan publik. Personal branding merupakan upaya sadar dan disengaja untuk menciptakan dan mempengaruhi persepsi publik tentang individu dengan memposisikan mereka sebagai otoritas tertentu, meningkatkan kredibilitas mereka, dan membedakan diri mereka dari kompetisi, untuk akhirnya memajukan karir mereka, memperluas lingkaran pengaruh mereka, dan memiliki dampak yang lebih besar. Personal branding memiliki beberapa manfaat yaitu seperti dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri dalam berbagai bidang, meningkatkan rasa kejujuran pada diri sendiri dan orang lain dan tentunya juga dapat memperluas relasi atau jaringan seseorang.

Dalam menciptakan personal branding yang baik ini tentunya ada beberapa proses yang harus dilalui seseorang. Dimulai dari mengenali diri sendiri dimana seseorang perlu mengetahui apa yang menjadi kemampuan atau skill yang ada dalam dirinya. Setelah mengetahui kemampuan, selanjutnya adalah menentukan sasaran kedepannya seperti tujuan atau cita cita yang seseorang inginkan dari personal branding yang dia miliki. Menentukan tujuan saja tidak cukup, seseorang juga harus konsisten dalam bidang yang dia pilih, tidak mudah merasa puas dan tentunya terus berusaha dengan maksimal. Selain upaya dari internal, seseorang juga dapat mencari tokoh inspiratif yang dapat dijadikan sebagai panutan.

Namun, dibalik setiap usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan personal branding tentunya ada juga yang menjadi hambatan yang membuat proses tersebut terganggu. Beberapa tantangan atau hambatan yang biasanya dialami oleh seseorang yang sedang berproses meningkatkan personal brandingnya yaitu opini publik yang sering menganggap seseorang terlalu ambisius dalam menaikkan citra dirinya. Selain hambatan dari eksternal, ada juga hambatan yang lahir dari diri seseorang tersebut atau hambatan internal yaitu adanya rasa malas, rasa ragu dengan kemampuan yang dimiliki dan rasa tidak percaya diri akan dirinya sendiri. Oleh karena itu diperlukan keberanian dan konsisten dalam membangun personal branding tersebut.

Lantas mengapa personal branding disebut sebagai "modal"?

Hal ini dikarenakan dengan adanya personal branding yang baik akan menaikkan citra seseorang didepan publik. Dengan citra yang baik ini seseorang akan mampu untuk menjalin relasi atau hubungan sosial dengan masyarakat luas. Tak hanya itu seseorang juga akan lebih mengenali diri dan semakin siap untuk membangun masa depan impiannya.

"Tempah diri dan berfokus pada proses tanpa menghilangkan makna hasil yang akan dicapai! Your brand is an invesment in your future" (Manuel Purba)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tindakan Proaktif Ikatan Mahasiswa Simalungun USU Bergerak untuk Meningkatkan Pendidikan Lokal di desa-desa Simalungun melalui kegiatan IPPS"

  Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara (IMAS-USU) berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia khususnya di Kabupaten Simalungun. IMAS-USU merupakan wadah berkumpulnya mahasiswa Simalungun di Universitas Sumatera Utara yang memiliki kepedulian akan pendidikan di Kabupaten Simalungun. Dengan tetap memegang teguh “Ahap” (rasa cinta terhadap Simalungun) serta sadar akan fungsi sebagai mahasiswa, terutama mewujudkan TRIDARMA PERGURUAN TINGGI yakni Pendidikan, penelitian,dan pengabdian masyarakat, IMAS-USU berusaha menjadi fasilitator dan kontrol sosial atas problematika kehidupan masyarakat menuju ke tingkat yang lebih baik lagi dalam bentuk karya nyatanya untuk kemajuan pendidikan. IMAS-USU mencoba menjadi suatu bagian dalam kemajuan pendidikan yang ada di daerah Simalungun. IPPS (IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun) adalah salah satu program kerja Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara yang bergerak di bidang pendidikan. Terdapat d...

Link Drive Kegiatan IMAS-USU 2023/2024

1.       Penerimaan Anggota Baru IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1GM6WTo3PZveuJLtzPseVQp0iddx6AGSN?usp=sharing https://drive.google.com/drive/folders/15thkKaTbmzb6jbvBnwyOcyOIFxCajKpS?usp=sharing 2.       Pekan Olahraga IMAS-USU https://drive.google.com/drive/folders/14Mvt9-azXWUGqCTzcbxUsthFkTQBTywz 3.       Dies Natalis IMAS-USU ke-21 Tahun https://drive.google.com/drive/folders/1PdYfCrxuNQ-v9QxQywaJDaCzDD5K-4aP?usp=sharing 4.       Natal IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1HGnNjQyIiQeRPyDB3ObAgz6fAQrOYjbI 5.       IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/18bq7Udx4UHIyr57yVAJDePtD9YJB-qre 6.       Pergelaran Seni dan Budaya Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/1VsyUFpKTiWRyUFOr2O8pehmCvmAOY35J https://drive.google.com/dri...

Diskusi "Partuturan"

 12 Oktober 2023 Partuturan Oleh :  Finy Annie Mara Purba, S.S.I Partuturan adalah bentuk partuturan dalam masyarakat Batak Simalungun untuk menentukan perkerabatan atau keteraturan yang merupakan bagian dari hubungan keluarga (pardihadihaon) dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terutama dalam acara adat, bahkan ada juga yang menggunakan partuturan Batak Toba di suku Simalungun. Awalnya orang Batak Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang) dan “tibalni parhundul” (kedudukan/peran) dalam “horja-horja adat” (acara-acara adat). Hal ini dapat dilihat pada pertanyaan yang diajukan oleh seorang Simalungun di saat orang mereka saling   bertemu, di mana bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga Anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal usul Anda)?” Ada beberapa kategori partuturan;  1) Tutur Manorus/Langsung; sistem perkerabatan yang berhubungan l...