Langsung ke konten utama

KURANGNYA MINAT MAHASISWA BERORGANISASI

KURANGNYA MINAT MAHASISWA BERORGANISASI


Oleh : Arya Milano Purba





Organisasi
            menurut KBBI adalah  Kata Nomina (kata benda) Kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
            Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang  berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin, dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efesien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.Sedangkan organisasi mahasiswa yaitu organisasi yang berisikan mahasiswa.

Mengapa Organisasi Penting Bagi Mahasiswa ?
            Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra maupun ekstra kampus berefek pada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan serta manajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan Tinggi. Namun dalam ber-organisasilah dapat diraih dengan memanfaatkan statusnya sebagai mahasiswa.
            Pemahaman arti penting sebuah organisasi dan aktifitas organisasi mahasiswa adalah salah satu persoalan yang pertama-tama harus diluruskan.Adanya anggapan bahwa berorganisasi berarti berdemonstraasi, atau berorganisasi khususnya dikampus tidak lebih dari sekedar membuang sebagian waktu, energi, ajang mencari kawan atau mencari jodoh merupakan bukti adanya kesalah pahaman tentang presepsi sebagian mahasiswa tentang organisasinya sendiri.

Fakta Mahasiswa Saat ini
Penelitian membuktikan bahwa minat mahasiswa baru yang tidak berorganisasi lebih besar dari mereka yang tidak berorganisasi.


Beberapa Aspek yang mempengaruhi Minat berorganisasi:
·         Dorongan dari dalam diri
            Adanya rasa ingin tahu yang besar akan sesuatu yang baru atas dasar kebutuhan diri          dalam seseorang.sehingga ia memberikn perhatian pada sesuatu atau aktivitas.
·         Motif sosial
            Adanya hasrat untuk memneuhi kebutuhan diri yakni kebutuhan seseorang untuk dapat diakui dan mendapat penghargaan dari lingkungannya.
·         Reaksi emosional
            Adanya reaksi kepuasan tersendiri (rasa senang) dalam melakukan sesuatu atau     aktivita
            (Pernando, 2010).
            Kurangnya minat berorganisasi ini juga diteliti oleh sudarmono, dkk yang menyimpukan bahwa faktor paling besar yang mengakibatkan kurangnya minat berorganisasi adalah faktor dorongan keluarga, lingkungan dan media. Pada faktor dorongan keluarga meliputi ayah, ibu, kakak, adik, dan anggota kerabat keluarga lainnya. Pada faktor lingkungan meliputi lingkungan masyarakat tempat tinggal. Pada faktor media meliputi media cetak, tv, dan internet.
            Upaya menumbuhkan minat mahasiswa untuk berorganisasi harus menjadi perhatian (concern) baik itu orang tua, mahasiswa, serta otoritas kampus. Upaya membangun komunikasi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya berorganisasi baik bagi orang tua dan mahasiswa perlu dilakukan. Serta tidak kalah pentingnya adalah, dukungan dari kebijakan otoritas kampus yang mampu membuat minat mahasiswa untuk berorganisasi bertambah juga harus dilakukan. Contoh saja seperti kebijakan yang diambil UB yang mensyaratkan mahasiswanya untuk memperoleh sertifikat aktif dalam kegiatan kampus untuk dapat di wisuda serta, memprioritaskan mahasiswa yang aktif berorganisasi untuk mendapatkan beasiswa. Upaya yang dilakukan seperti ini akan sedikit banyak mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi di kampus. Tanpa adanya keaktifan mahasiswa berorganisasi di kampus maka, secara tidak langsung akan membuat eksistensi kampus juga akan dipertanyakan keberadaannya.
            Sebenarnya berorganisasi di kampus jika dilakukan dengan benar juga tidak sepenuhnya akan mengganggu kegiatan kuliah yang ada. Pola pikir sebagian aktivis mahasiswa yang seringkali salah kaprah, karena terlalu sibuk dengan organisasinya dan melupakan kuliahnya sudah selayaknya harus segera dihapus. Sudah selayaknya bagi orang tua dan mahasiswa sendiri menyadari bahwa berorganisasi itu akan memberikan pengaruh positif jika dilakukan dengan cara yang benar.
            Ada banyak pilihan organisasi yang dapat diikuti mahasiswa baik itu minat olahraga, kesenian, penalaran, maupun yang lain serta, baik itu organisasi yang ada di dalam kampus maupun yang ada di luar kampus. Kesempatan saat masih menjadi mahasiswa selayaknya dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk mengasah dan mengeksplor potensi diri seoptimal mungkin. Selamat berorganisasi.
Jadi bagaimana pendapat saudara mengenai kasus diatas?
Setujukah anda bahwa organisasi mulai kurang diminati?
Menurut anda apa hal lain yang membuat organisasi kurang diminati?
Ayo Berdiskusi

Sumber :
Sudarmono, Apuanur, Abdur Rasyid Shidiq. faktor penyebab rendahnya motivasi berorganisasi mahasiswa. Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 1, Januari-Juni 2017

Pernando, Dedi. 2010. Perbedaan aspek yang mempengaruhi Minta berorganisasi antara            kepribadian tipe A dengan tipe B anggota komunitas Mahasiswa Univeritas Islam         Negeri Jakarta. Jakarta: Universitas islam negeri jakarta




Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tindakan Proaktif Ikatan Mahasiswa Simalungun USU Bergerak untuk Meningkatkan Pendidikan Lokal di desa-desa Simalungun melalui kegiatan IPPS"

  Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara (IMAS-USU) berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia khususnya di Kabupaten Simalungun. IMAS-USU merupakan wadah berkumpulnya mahasiswa Simalungun di Universitas Sumatera Utara yang memiliki kepedulian akan pendidikan di Kabupaten Simalungun. Dengan tetap memegang teguh “Ahap” (rasa cinta terhadap Simalungun) serta sadar akan fungsi sebagai mahasiswa, terutama mewujudkan TRIDARMA PERGURUAN TINGGI yakni Pendidikan, penelitian,dan pengabdian masyarakat, IMAS-USU berusaha menjadi fasilitator dan kontrol sosial atas problematika kehidupan masyarakat menuju ke tingkat yang lebih baik lagi dalam bentuk karya nyatanya untuk kemajuan pendidikan. IMAS-USU mencoba menjadi suatu bagian dalam kemajuan pendidikan yang ada di daerah Simalungun. IPPS (IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun) adalah salah satu program kerja Ikatan Mahasiswa Simalungun Universitas Sumatera Utara yang bergerak di bidang pendidikan. Terdapat d...

Link Drive Kegiatan IMAS-USU 2023/2024

1.       Penerimaan Anggota Baru IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1GM6WTo3PZveuJLtzPseVQp0iddx6AGSN?usp=sharing https://drive.google.com/drive/folders/15thkKaTbmzb6jbvBnwyOcyOIFxCajKpS?usp=sharing 2.       Pekan Olahraga IMAS-USU https://drive.google.com/drive/folders/14Mvt9-azXWUGqCTzcbxUsthFkTQBTywz 3.       Dies Natalis IMAS-USU ke-21 Tahun https://drive.google.com/drive/folders/1PdYfCrxuNQ-v9QxQywaJDaCzDD5K-4aP?usp=sharing 4.       Natal IMAS-USU 2023 https://drive.google.com/drive/folders/1HGnNjQyIiQeRPyDB3ObAgz6fAQrOYjbI 5.       IMAS-USU Peduli Pendidikan Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/18bq7Udx4UHIyr57yVAJDePtD9YJB-qre 6.       Pergelaran Seni dan Budaya Simalungun 2024 https://drive.google.com/drive/folders/1VsyUFpKTiWRyUFOr2O8pehmCvmAOY35J https://drive.google.com/dri...

Diskusi "Partuturan"

 12 Oktober 2023 Partuturan Oleh :  Finy Annie Mara Purba, S.S.I Partuturan adalah bentuk partuturan dalam masyarakat Batak Simalungun untuk menentukan perkerabatan atau keteraturan yang merupakan bagian dari hubungan keluarga (pardihadihaon) dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terutama dalam acara adat, bahkan ada juga yang menggunakan partuturan Batak Toba di suku Simalungun. Awalnya orang Batak Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang) dan “tibalni parhundul” (kedudukan/peran) dalam “horja-horja adat” (acara-acara adat). Hal ini dapat dilihat pada pertanyaan yang diajukan oleh seorang Simalungun di saat orang mereka saling   bertemu, di mana bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga Anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal usul Anda)?” Ada beberapa kategori partuturan;  1) Tutur Manorus/Langsung; sistem perkerabatan yang berhubungan l...